도
do
도 bukan sekadar 'juga' — ia tangan yang menambah
Gambarnya Sebuah tangan menaruh satu hal lagi di atas tumpukan yang sudah ada. Tidak memulai cerita baru — hanya menambah ke atasnya. 도 menaruh satu hal lagi di atas tumpukan; 만 menyisakan satu lalu menyingkirkan sisanya.
Di mana gambar itu muncul dalam 도
-
satu lagi di atasnya
저도 같이 갈게요.
jeo-do ga-chi gal-ge-yo
Saya ikut juga ya.
Sepasang sepatu ditaruh menyambung barisan sepatu yang sudah berjajar di depan pintu
-
hari ini di atas kemarin
오늘도 잔업이에요.
o-neul-do ja-neo-bi-e-yo
Hari ini lembur lagi.
Kotak kalender kemarin dicap 'lembur', lalu kotak hari ini dicap dengan cap yang sama
-
sampai yang paling bawah
바빠서 점심도 못 먹었어요.
ba-ppa-seo jeom-sim-do mot meo-geo-sseo-yo
Saking sibuknya, makan siang pun tidak sempat.
Bahkan tempat paling bawah di nampan, tempat makan siang seharusnya berada, dibiarkan kosong
점심을 못 먹었어요 hanya fakta; dengan 도 muncul rasa 'bahkan itu pun tidak'.
-
tumpukan yang meluap
두 시간도 넘게 기다렸어요.
du si-gan-do neom-ge gi-da-ryeo-sseo-yo
Saya menunggu lebih dari dua jam.
Air sudah mencapai garis dua jam dan terus naik sampai tumpah melewati bibir gelas
-
yang ini pun, yang itu pun
카드도 되고 현금도 돼요.
ka-deu-do doe-go hyeon-geum-do dwae-yo
Kartu bisa, tunai juga bisa.
Sebuah kartu diletakkan di meja kasir, lalu setumpuk uang tunai ikut diletakkan di sebelahnya
Semuanya dalam satu gambar
도 tidak memulai cerita baru; ia tangan yang menaruh satu hal lagi di atas tumpukan yang sudah ada. Menaruh sepatu kita menyambung barisan di depan pintu, jadinya 'saya ikut juga'; mengecap kotak hari ini persis seperti kemarin, jadinya 'hari ini lembur lagi'. Membiarkan tempat makan siang di dasar nampan tetap kosong, muncullah rasa 'bahkan itu pun tidak'; membiarkan air naik melewati garis dua jam, jadinya lebih dari itu. Menaruh uang tunai di samping kartu, jadinya yang ini pun yang itu pun. Jadi di mana pun 도 menempel, ada bayangan di belakangnya: sesuatu sudah ada lebih dulu.