live
lɪv
Jejak yang menumpuk selama napas berjalan
Gambarnya Selama napas masih berjalan, jejak sebuah hidup menumpuk di satu tempat. LIVE napas berjalan dan jejak menumpuk, DIE napas itu dipotong sekali saja.
Di mana gambar itu muncul dalam live
-
tempat tinggal di sana
I live near the station.
aɪ lɪv nɪr ðə ˈsteɪʃn
Saya tinggal dekat stasiun.
Tiap hari melewati gang yang sama dan mendorong pintu yang sama
-
napas terus berjalan
My grandfather lived to ninety.
maɪ ˈɡrænfɑːðər lɪvd tə ˈnaɪnti
Kakek saya sampai umur sembilan puluh.
Lilin terbakar jauh ke bawah lalu padam di garis kesembilan puluh pada badannya
-
begitulah harinya dijalani
They live very simply.
ðeɪ lɪv ˈveri ˈsɪmpli
Mereka hidup sangat sederhana.
Kamar berisi empat barang, dan satu hari penuh diisi hanya dari empat itu
-
serumah dengan
I live with my older sister.
aɪ lɪv wɪð maɪ ˈoʊldər ˈsɪstər
Saya tinggal bersama kakak saya.
Dua mangkuk nasi ditaruh berdampingan di satu dapur, setiap senja
-
bertahan dari itu
She lives on her pension.
ʃiː lɪvz ɑːn hər ˈpenʃn
Dia hidup dari uang pensiun.
Satu baris uang bulanan dibagi ke beberapa amplop lalu dicukupkan sebulan
Semuanya dalam satu gambar
live adalah satu gambar: napas berjalan sementara jejak menumpuk di satu tempat. Melewati gang yang sama dan membuka pintu yang sama tiap hari berarti tinggal dekat stasiun, lilin yang terbakar sampai garis kesembilan puluh berarti hidup sampai sembilan puluh. Mengisi satu hari dari empat barang di kamar berarti hidup sederhana, dua mangkuk berdampingan di satu dapur berarti hidup bersama. Membagi satu baris uang bulanan ke beberapa amplop berarti hidup dari pensiun.