up
ʌp
Kenapa 'bicara lebih keras' dan 'habiskan minumanmu' memakai kata yang sama?
Gambarnya Sesuatu naik dari bawah: makin keras, makin banyak, muncul, penuh sampai bibir gelas. Up naik lalu penuh, down turun lalu reda.
Di mana gambar itu muncul dalam up
-
suara naik
Could you speak up? I can't hear you.
kʊd juː spiːk ʌp aɪ kænt hɪr juː
Bisa bicara lebih keras? Saya tidak dengar.
Suara kecil mengembang dan naik sampai terdengar di telinga
-
angka naik
Prices went up again this month.
ˈpraɪsɪz went ʌp əˈɡen ðɪs mʌnθ
Bulan ini harga naik lagi.
Batang grafik berdiri satu tingkat lebih tinggi dari bulan lalu
-
terangkat ke tangan
I'll pick you up at seven.
aɪl pɪk juː ʌp ət ˈsevən
Saya jemput kamu jam tujuh.
Orang yang menunggu di tepi jalan diangkat masuk ke mobil
Orang yang berdiri di jalan 'diangkat' masuk ke mobil.
-
penuh sampai habis
Drink up, we're leaving.
drɪŋk ʌp wɪr ˈliːvɪŋ
Habiskan minumanmu, kita harus pergi.
Gelas diangkat sampai tetes terakhir habis
-
muncul ke permukaan
The topic came up in the meeting.
ðə ˈtɑːpɪk keɪm ʌp ɪn ðə ˈmiːtɪŋ
Hal itu sempat muncul di rapat.
Topik yang tenggelam tiba-tiba muncul ke permukaan
Semuanya dalam satu gambar
Up adalah satu panah ke atas. Suara naik jadi bicara keras; angka naik jadi harga naik; orang naik ke mobil jadi dijemput; gelas naik sampai tetes terakhir jadi habis; topik yang tenggelam naik ke permukaan jadi dibicarakan. Karena itu setiap kata berimbuhan up selalu membawa rasa naik dari bawah dan penuh sampai ke bibir.