do
duː
Kata kerja tanpa makna sendiri, kok malah memimpin kalimat
Gambarnya Satu urusan ada di depanmu, tanganmu menyentuhnya, lalu mendorongnya sampai selesai. Isinya lenyap, tinggal gerak membereskannya. DO tidak meninggalkan apa pun selain pekerjaan yang beres, MAKE meninggalkan sesuatu yang baru setelah selesai.
Di mana gambar itu muncul dalam do
-
membereskan tumpukan
I'll do the dishes tonight.
aɪl duː ðə ˈdɪʃɪz təˈnaɪt
Malam ini biar saya yang cuci piring.
Mencuci tumpukan piring di bak satu per satu sampai baknya kosong.
-
urusan sehari-hari
What do you do for a living?
wʌt duː juː duː fɔːr ə ˈlɪvɪŋ
Pekerjaan Anda apa?
Setiap hari datang ke tempat yang sama dan memutar pekerjaan yang sama.
Menanyakan pekerjaan berarti menanyakan urusan apa yang kamu tangani tiap hari.
-
menuntaskan berkas
Have you done the paperwork yet?
hæv juː dʌn ðə ˈpeɪpərwɜːrk jet
Berkasnya sudah selesai?
Membalik tumpukan berkas sampai halaman terakhir lalu meletakkannya dalam keadaan selesai.
-
segitu sudah cukup
That'll do for now.
ˈðætəl duː fɔːr naʊ
Untuk sekarang segitu cukup.
Sesuatu yang tidak sempurna tetapi cukup untuk mengisi tempat itu sekarang.
-
do kosong maju ke depan
Do you want a bag?
duː juː wɑːnt ə bæɡ
Mau pakai kantong?
Sebuah do kosong tanpa isi berdiri di depan kalimat, membukakan pintu bagi pertanyaan.
Karena tak membawa isi, ia bisa berdiri di depan hanya untuk menjalankan kalimat.
Semuanya dalam satu gambar
do adalah tangan yang menyentuh pekerjaan di depanmu lalu menggulirkannya menyingkir. Gulirkan piring-piringnya, itu mencuci piring; gulirkan pekerjaan yang sama tiap hari, itu profesimu; gulirkan berkas sampai halaman terakhir, itu beres. Kalau menggulirkannya sudah cukup jauh, keluarlah “that'll do”; dan kalau isinya dihapus sama sekali, tinggal do kosong berdiri di depan kalimat. Jadi do tidak menyimpan apa yang dikerjakan, hanya menyimpan jejak tangan yang menyentuh dan mendorongnya.